Tampilkan postingan dengan label sehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sehat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Oktober 2015

Selamat Jalan Kawan - KARMA WIJAYA ( PT.Indo creative Mebel CKP )

Innalillahi Wainnailaihirojiun

In Memorian
Karma Wijaya

Selamat jalan brother , semoga amal ibadahmu diterima di sisi Allah SWT.
Amin

Selamat jalan brother.

Selasa, 06 Desember 2011

IN 20 YEARS

Menjadi Kakek2 & Nenek2

Jangan Pernah takut untuk menjadi tua ( GAMBAR HANYA SEBAGAI ILUSTRASI )

Kita sering galau kalau memikirkan akan jadi apa Saya ketika tua nanti. Kita sudah melihat pemulung yang tua renta, pekerja serabutan di akhir usia, pengabdi dalam ibadah di masa tua, hingga pengemban amanah kebijakan di usia emas manusia. Apakah orang-orang itu memilih untuk menjalani masa tuanya seperti apa? Mungkin iya, tapi ada juga yang tidak.


Bahkan yang hidup di masa kini pun, banyak yang merasa tak bisa memilih hidupnya seperti apa. Mereka yang tidak cukup berpendidikan akan menjalani apa yang mereka bisa untuk menyambung hidup dan kehidupan. Mereka yang miliki cukup ilmu, mampu hidup untuk dirinya dan orang lain di sekitarnya; beberapa bahkan bisa memberi manfaat lebih dalam konteks sosial.

Jika kita amati lebih jauh, apa yang terjadi di masa lalu akan terefleksi langsung ke masa kini. Dan Saya pikir juga, apa yang kita hidupi dan jalani di masa kini akan menjadi cerminan di masa depan. Lalu, jika kita anggap hidup ini stagnan dan tidak berubah, maka implikasinya akan langsung.

Tapi kenyataannya, manusia adalah makhluk yang dinamis. Saya kira tidak ada orang yang menjalani hidupnya kini dengan penghasilan 8 juta sebulan dan aktivitas yang sama, dan akan terus begitu sampai 20 tahun berikutnya. Pun manusia adalah makhluk yang belajar. Kita jalani hidup saat ini dengan ilmu masa kini, dan kita terus menerus menerima informasi sehingga kosa kata dan pemikiran kita juga akan terus berubah, pun juga keinginan dan kehendak kita dalam hidup.

Kebutuhan manusia juga terus berkembang seiring dengan tanggung jawab yang diembannya. Seorang yang awalnya hidup sendiri, lalu berumah tangga hingga beranak pinak.

Pada akhirnya, apa yang kita lakukan dan rencanakan di masa kini akan berimbas pada masa nanti. Terlepas dari pengetahuan usia kita, yang tidak kita ketahui, kita diwajibkan untuk bersiap diri untuk masa depan kita.

Akan jadi apa kita nanti? Persiapan apa yang kita telah kumpulkan untuk menghadapi masa tua kita nanti? Akankah kita siap ketika masa tua itu tiba?


Konsep BAHAGIA menghadapi TUA :
B erat badan yang berlebih agar dihindari dan dikurangi.

A turkah makanan sehingga seimbang. Kurangi lemak dan kalori berlebihan.

H indari faktor resiko penyakit degeneratif.

A gar terus mempunyai kegiatan / hobby yang bermanfaat.

G erak badan teratur wajib dilakukan.

I man dan taqwa ditingkatkan, dan hindarilah situasi yang menegangkan

A wasi kegiatan dengan pemeriksaan kesehatan secara periodik


Hidup Menua yang sehat :

10 tips agar tetap sehat. Umur boleh terus bertambah, tetapi penuaan sel harus diusahakan untuk diperlambat atau dihentikan.

Adapun 10 langkah tersebut adalah sebagai berikut :
1.Makan sehat.
2.Jaga berat badan.
3.Bersikap positif.
4.Banyak bergerak.
5.Banyak teman.
6.Banyak tertawa.
7.Tetap semangat.
8.Bantuan dokter.
9.Kualitas tidur.
10.Tidak Merokok.

Menjadi tua tetapi tetap sehat. Mudah-mudahan kita semua dapat mengikuti petunjuk tersebut dan menjalankannya dalam kegiatan kita sehari-hari.

Jadi TUA..SIAPA TAKUT
Salam brothers
By Admin

Senin, 19 September 2011

INFO KESEHATAN BUAT REKAN PRODUKSI

INFO KESEHATAN
PENYAKIT YANG BISA DI DERITA BUAT REKAN-REKAN PRODUKSI


Bila di kaki Anda terlihat urat-urat halus menyembul di seputar betis belakang, bisa jadi Anda terkena kelainan yang disebut varises. Kelainan ini terjadi di pembuluh darah balik (vena) yang berfungsi mengangkut darah sisa metabolisme dari seluruh jaringan tubuh dan kembali ke jantung.
Varises menyebabkan sirkulasi darah menjadi tak lancar, karena terhambat di sekitar betis dan tungkai kaki saat menahan berat tubuh. Selain di bagian kaki, belakangan diketahui bahwa ternyata varises pun bisa terjadi di bagian lengan.
Penyebab varises:
  • Berkurangnya elastisitas dinding pembuluh vena yang menyebabkan pembuluh vena melemah dan tak sanggup mengalirkan darah ke jantung sebagaimana mestinya. Aliran darah dari kaki ke jantung sangat melawan gravitasi bumi, karena itu pembuluh darah harus kuat, begitu juga dengan dinamisasi otot disekitarnya.
  • Rusaknya katup pembuluh vena, padahal katup atau klep ini bertugas menahan darah yang mengalir ke jantung agar tidak keluar kembali. Katup yang rusak membuat darah berkumpul di dalam dan menyebabkan gumpalan yang mengganggu aliran darah.
Pemicu varises :
1. Faktor keturunan
2. Kehamilan
3. Kurang gerak
Gaya hidup perkotaan yang kurang gerak, menyebabkan otot sekitar pembuluh darah vena tidak mampu memompa darah secara maksimal.
4. Merokok
Kandungan zat berbahaya dalam rokok membuat pembuluh darah menjadi kaku dan terjadi penyempitan, sehingga dinding pembuluh tidak elastis lagi
.
5. Terlalu banyak berdiri
Berdiri terlalu lama membuat kaki terlalu berat menahan tubuh dan memperparah beban kerja pembuluh vena dalam mengalirkan darah. Bila profesi Anda mengharuskan banyak berdiri, usahakan untuk tidak berdiri dengan posisi statis (diam), tapi tetap bergerak. Misalnya dengan berjalan di tempat, agar otot tungkai dapat terus bekerja memompa darah ke jantung.

6. Menderita kolesterol tinggi dan kencing manis
Kedua jenis penyakit ini berhubungan erat dengan masalah peredaran darah, kelainan pembuluh darah dan kegemukan yang memicu terjadinya varises.
7. Memakai sepatu hak tinggi
Hak sepatu yang terlalu tinggi membuat gerak otot tumit yang berfungsi membantu kerja pembuluh darah, menjadi tidak maksimal.
Cara menghindari varises:
  1. Seusai beraktivitas setiap hari, berbaringlah dengan posisi kaki dan tungkai lebih tinggi dari jantung selama 20 menit. Bagi yang sudah menderita varises, usahakan tidur dengan posisi seperti ini sepanjang malam. untuk melancarkan peredaran darah ke jantung.
  2. Lakukanlah yoga setiap hari.
  3. Jangan berdiri terlalu lama.
  4. Olahraga rutin untuk melatih otot kaki: jalan santai, jalan cepat; joging, bersepeda, berenang (minimal 30 menit per hari).
  5. Jangan memijat daerah yang bervarises, karena dapat menyebabkan pecahnya pembuluh vena. Lakukan pijatan secara ringan namun teratur, di daerah rawan varises dengan arah menuju jantung. Lakukan dengan lembut dan gunakan minyak esensial yang sudah dilarutkan.
  6. Perbanyak konsumsi sayuran dan buah berserat tinggi dan makanan yang dapat merangsang sirkulasi darah, seperti bawang merah, bawang putih, bawang bombay, jahe dan cabai merah. Juga makanan yang kaya dengan vitamin B kompleks, vit C, vit E, vit B6, magnesium, asam folat, kalsium dan zinc.
  7. Kurangi konsumsi gula, garam, daging merah, gorengan, dan protein hewani.
  8. Sering-sering duduk berselonjor kaki, tungkai dan panggul.
Pengobatan alernatif untuk varises:
  • Minum jus campuran wortel, seledri dan peterseli; atau campuran wortel bayam dan ketimun; campuran wortel, bit dan ketimun; campuran wortel, bayam dan seledri atau jus selada air; yang berkhasiat memperlancar sirkulasi darah sekaligus memperkuat dinding pembuluh darah.
  • Konsumsi makanan kaya lesitin, seperti kacang kedelai; peterseli, air jahe serta pepermint yang bermanfaat memperlancar sirkulasi darah dan menguatkan dinding pembuluh darah.
  • Minum teh herbal yang terbuat dari bunga jeruk nipis, mint, ginko biloba dan grape seed (biji anggur).
  • Pijat aroma terapi dengan bahan minyak cypress yang berkhasiat merangsang sirkulasi darah dan menguatkan dinding pembuluh darah. Pilihan lainnya: minyak lavender, rosemary, mint atau lemon.
Berendam bergantian di air panas (suhu 41-43 derajat Celcius) dan air dingin (suhu 15 derajat Celcius), masing-masing selama 15-30 detik dan di ulang selama

                                                                                                            aUTHOR BY aDMIN

INFO KESEHATAN

INFO UNTUK STAFF ICM_CKP ( PRODUCTION,PPIC-QC-R&D ,STORE, PURCHASING, ACCOUNTING ,PE dan HRD )
Kerja Sambil Duduk Timbulkan Banyak Penyakit
DI Amerika saat ini sedang tren meja kerja yang didesain sedemikian rupa sehingga penggunanya bisa melakukan pekerjaan sambil berdiri. Fenomena tersebut berangkat dari publikasi bukti-bukti ilmiah mengenai bahaya kesehatan duduk seharian di kantor.
Berikut adalah beberapa hasil riset mengenai dampak duduk terlalu lama di tempat kerja.
- Tahun 2010 studi yang dimuat dalam British Journal of Sport Medicine menemukan mereka yang duduk untuk periode yang lama beresiko terkena penyakit lebih tinggi dibanding orang yang secara berkala melakukan gerakan otot.
- Peneliti dari American Cancer Society menemukan bahkan orang yang berolahraga setiap hari, tidak akan menemukan manfaat apa pun bagi tubuhnya jika ia menghabiskan sebagian besar waktunya di belakang meja.
- Peneliti di Universitas Missouri menyatakan duduk terlalu lama akan memutus sirkulasi enzim penyerap lemak yang disebut lipase.
- Studi yang dimuat dalam American Journal of Epidemiology menunjukkan duduk lama (lebih dari 6 jam tiap hari) bisa meningkatkan risiko kematian hingga 18 persen akibat penyakit diabetes, penyakit jantung dan kegemukan, dibanding orang yang menghabiskan 3 jam tiap hari untuk duduk.
- Peneliti dari Pennington Biomedical Research Center, Louisiana menganalisa gaya hidup lebih dari 17.000 pria dan wanita selama 13 tahun dan menemukan orang yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk duduk, 54 persennya meninggal akibat serangan jantung.
Sederet bukti ilmiah tersebut ternyata membuat para petinggi perusahaan di sana untuk beralih pada meja kerja berdiri. Beberapa bahkan mulai melirik meja treadmill sehingga kita bisa berjalan pelan sambil bekerja.
Sayangnya, para ahli mengingatkan bahwa berdiri seharian sama berbahayanya dengan duduk terlalu lama. Alan Hedge, direktur Human Factors and Ergonomics mengatakan berdiri terlalu lama tidak sehat karena lebih membuat lelah dan meningkatkan risiko carotid aterosklersosis (ninefold) karena tambahan beban pada sistem sirkulasi dan meningkatkan risiko varises.
Ia juga mengatakan kemampuan motor kita akan berkurang jika seseorang berdiri terlalu lama. Menggunakan komputer sambil berdiri juga bisa mengubah postur dan meningkatkan risiko sindrom carpal tunnel.
Lantas bagaimana solusinya? Hedge menyarankan agar aktivitas duduk di kantor hendaknya diselingi dengan aktivitas fisik setiap 20 menit sekali.
"Lakukan variasi kegiatan fisik di kantor, seperti berjalan untuk mengambil air, naik tangga, jalan-jalan di sekitar lantai, atau mencari tempat parkir yang sedikit jauh dari kantor. Selain itu pastikan meja dan kursi yang dipakai ergonomis," sarannya.